Kamis, 05 November 2015

PSK High Class Di Babarsari Jogja

loading...
Kawasan Seturan-Babarsari ternyata menyimpan banyak wanita penghibur kelas atas atau high class. Mereka tersebar di sejumlah tempat karaoke maupun diskotik, sehingga cukup sulit dikenali. Tak sedikit dari mereka adalah para LC (Lady Companion) atau pendamping karaoke, model majalah, SPG, mahasiswa, hingga anak SMA.



Dengan usia rata-rata yang masih sangat muda, para wanita penghibur high class ini memang memiliki kelas tersendiri sehingga tarifnya pun tentu jauh lebih mahal. Mereka pun juga hanya dapat diajak kencan di hotel-hotel mewah.


Dengan begitu, hanya para lelaki hidung belang berkantong tebal yang telah memiliki koneksi dengan orang-orang ketiga saja yang dapat menggunakan layanan mereka. Orang-ketiga atau joki tersebutlah yang bertugas menghubungkan antara si wanita dengan lelaki hidung belang.


Tak sedikit dari orang-ketiga ini adalah para sopir taksi ataupun security tempat-tempat hiburan seperti karaoke atau diskotik. Salah seorang sopir taksi, sebut saja Dony, mengaku memiliki koneksi dan dapat mencarikan wanita-wanita kelas atas tersebut.
Ia mengaku sedikitnya memiliki 10 kontak wanita mulai dari SPG, model, mahasiswa hingga anak SMA. Tarifnya berkisar antara Rp 1,5 juta - Rp 4,5 juta sekali kencan. Ia mengaku akan mendapat tips sekian ratus ribu rupiah dari si wanita jika mampu mencarikan mereka tamu.


"Kebanyakan yang minta dicarikan itu adalah tamu-tamu hotel dari luar kota yang sedang menginap di Yogya. Biasanya yang mereka cari itu ya yang bodynya semok, putih dan susunya besar," ujarnya sambil tertawa.


Dony menceritakan, biasanya ia akan menjemput si wanita untuk diantarkan ke hotel tempat si lelaki hidung belang menginap. Jika si lelaki membatalkan kencan karena tidak sesuai selera, mereka pun harus membayar Rp 200.000 - Rp 300.000 sebagai pengganti make-up.


Namun jika pesanan itu sesuai, Dony kemudian akan menunggu hingga si wanita dan lelaki hidung belang itu selesai melakukan 'pertempuran'. Begitu selesai, ia pun lalu akan mengantar si wanita kembali ke kos mereka sembari mendapat komisi.


"Tidak semua cewek ini bisa diajak kencan sewaktu-waktu. Mereka kadang menolak tamu jika lagi punya banyak duit. Maklum lah karena bagi mereka ini kan hanya sambilan. Mereka juga banyak yang masih bekerja sebagai SPG, model, atau mahasiswa," katanya.
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Pengikut